Print
Hits: 58

Sebagai upaya mencerdaskan nasabah, manajemen PD BPR Bank Pasar Kulonprogo mengadakan literasi dan edukasi keuangan, menyerahkan beasiswa, pemberian apresiasi hadiah atas tabungan 'Simpel' dan Tabungan Siswa 'Tabunganku', di Aula Adikarto, Kompleks Kantor Bupati setempat, Wates, Selasa (27/8).

Literasi dan edukasi keuangan menampilkan pembicara Noor Hafid, Kabag Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (INBK) Pasar Modal dan Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY

dan Wabup Drs Sutedjo yang sekaligus menyerahkan bantuan beasiswa kepada siswa SD dan SMP mitra kerja Bank Pasar Kulonprogo. Pesertanya kalangan pengawas sekolah, para kepala sekolah (kasek) dan guru sekolah-sekolah binaan Bank Pasar Kulonprogo.

Dirut PD BPR Bank Pasar Kulonprogo Joko Purnomo mengatakan, lembaga perbankan milik Pemkab Kulonprogo tersebut memiliki sejumlah layanan tabungan dan kredit yang bisa dimanfaatkan sekaligus dinikmati masyarakat luas. "Untuk produk baru kami, di antaranya Piranti Sertifikasi Guru dan kami siap nalangi untuk dua tahun ke depan. Sedangkan 'Tabunganku' diperuntukkan bagi siswa-siswa SD, SMP dan SMA/ sederajat," katanya.

Mengingat PD Bank Pasar Kulonprogo merupakan bank milik pemerintah daerah dan masyarakat Kulonprogo maka sebagian keuntungan akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan disalurkan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. "Dalam pengelolaan tabungan siswa, 'Tabunganku', digunakan untuk meningkatkan minat dan budaya menabung di kalangan siswa," ujarnya.

Diungkapkan dari tahun ke tahun jumlah nasabah Tabungan 'Simpel' dan 'Tabunganku' mengalami peningkatan yang cukup baik. Hingga saat ini kedua produk tabungan tersebut untuk kalangan siswa PAUD dan TK mencapai 23.000 nasabah dengan total saldo sekitar Rp 16 miliar. "Kegiatan menabung bagi siswa-siswi baik PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/ sederajat merupakan upaya melatih anak-anak menabung sejak dini, sehingga memberikan dampak positif bagi kehidupan anak-anak di masa mendatang. Gerakan gemar menabung bisa diarahkan dengan menyisihkan uang jajan anak-anak untuk ditabungkan ke Bank Pasar Kulonprogo," imbaunya.

Sementara itu Noor Hafid menjelaskan, salah satu tugas OJK mencerdaskan bangsa dengan menggandeng seluruh sektor jasa keuangan. Antara lain tentang Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang berisi tentang literasi dan edukasi perlindungan konsumen. Salah satunya adalah jasa keuangan harus memberi pemahaman minimal satu kali kepada calon nasabah.

OJK punya misi mengatur, mengawasi dan melindungi. "Nasabah dilindungan sesuai peraturan. Ketika nasabah ada masalah maka mereka ke industri dahulu baru OJK. Penting dilakukan literasi keuangan, karena di Indonesian literasi keuangan sangat rendah. Sehingga acara seperti ini sangat diperlukan," tegasnya.
Wabup Sutedjo dalam kesempatan tersebut menyemangati peserta literasi dan edukasi sekaligus mengajak agar mereka menjadi manusia produktif bukan konsumtif. “Mari kita menjadi manusia produktif tidak mudah membeli, tapi memproduksi. Kalau daerah sudah bisa memproduksi sendiri, mengapa harus beli dari luar,” katanya.